Kriteria Utama Memilih Tas Rearbag Aman dan Nyaman untuk Perjalanan
Cara Memilih Tas Rearbag, Melakukan perjalanan jauh atau touring dengan sepeda motor menuntut persiapan matang, termasuk dalam memilih tas rearbag. Tas belakang ini harus mampu menampung barang bawaan tanpa mengorbankan keamanan berkendara.
Pertama, pastikan sistem pengikat (strap system) sangat kokoh. Pilihlah rearbag yang dilengkapi webbing strap berkualitas tinggi dengan sistem pengunci double-D ring atau buckle pengunci otomatis agar tas tidak bergeser saat melewati jalan bergelombang.
Kedua, pilih material yang tahan air (waterproof). Cuaca di perjalanan sulit diprediksi. Menggunakan tas berbahan Balkan Nylon, Tarpaulin, atau yang dilengkapi rain cover akan menjaga pakaian dan barang elektronik tetap kering.
Ketiga, perhatikan keseimbangan dimensi. Ukuran tas sebaiknya tidak melebihi lebar setang motor agar tidak mengganggu kestabilan serta aerodinamika saat bermanuver di kemacetan.
Keempat, cek adanya fitur reflektif. Pemantul cahaya pada bagian belakang tas sangat vital untuk meningkatkan visibilitas kamu di mata pengendara lain saat malam hari.
Terakhir, pilih alas tas berbahan anti-slip. Bagian bawah rearbag yang dilengkapi material karet atau tekstur kasar akan mencegah tas bergeser dari jok belakang. Memperhatikan kriteria ini menjamin perjalanan kamu tetap aman dan tenang.
Cara Menguji Keamanan Sistem Pengikat Tas Rearbag Sebelum Touring
Cara Memilih Tas Rearbag, Salah satu risiko terbesar saat menggunakan rearbag adalah tas terlepas atau miring di tengah jalan. Oleh karena itu, memastikan keamanan sistem pengikat merupakan langkah wajib sebelum kamu memulai perjalanan.
Langkah awal adalah memeriksa titik tumpu tali pengikat pada motor. Tas rearbag yang aman setidaknya memiliki empat titik pengikat independen yang dihubungkan ke bagian bodi yang kuat, seperti frame motor, footstep belakang, atau bracket. Hindari mengikat tali pada komponen plastik rapuh atau bagian yang bergerak seperti swing arm.
Selanjutnya, lakukan uji tarik sederhana. Setelah semua strap terpasang kencang, coba goyangkan tas ke arah depan, belakang, dan samping. Jika tas masih bergeser lebih dari 2–3 cm, artinya sistem pengikat kurang presisi atau tali kurang ditarik kencang.
Pilihlah rearbag yang memiliki fitur penahan sisa tali (strap keeper). Tali pengikat yang terlalu panjang dan menjuntai bisa tersangkut di rantai atau roda belakang, yang sangat membahayakan keselamatan. Memastikan kestabilan ikatan sejak awal adalah kunci perjalanan aman tanpa rasa cemas.
Memilih Kapasitas Tas Rearbag yang Tepat Agar Berkendara Tetap Nyaman
Kenyamanan saat berkendara sangat dipengaruhi oleh distribusi beban pada motor. Memilih kapasitas tas rearbag yang tidak sesuai dengan kebutuhan justru bisa mengganggu posisi duduk dan memicu kelelahan fisik.
Untuk penggunaan harian atau touring singkat (1–2 hari), kapasitas 10 hingga 15 liter sudah sangat cukup. Ukuran ini ideal untuk membawa jas hujan, pakaian ganti ringan, dan perkakas tanpa memakan banyak ruang di jok belakang.
Sementara itu, untuk perjalanan jarak jauh (long touring), kamu bisa memilih rearbag berkapasitas 20 hingga 35 liter. Namun, pastikan memilih model ekspansibel (expandable) yang volumenya bisa disesuaikan dengan isi tas. Model ini mencegah tas terlihat kempis saat muatan sedikit atau terlalu menggembung saat muatan penuh.
Ingat, tas yang terlalu tinggi dapat menekan punggung bagian bawah pengendara dan membatasi ruang gerak. Pilih rearbag yang melebar secara proporsional ke samping (tanpa melebihi lebar stang) daripada yang menjulang tinggi ke atas demi mempertahankan titik gravitasi motor yang stabil.
Belanja tas berkualitas yang tahan lama dan mudah dirawat?
Temukan koleksi tas pilihan dengan desain stylish dan bahan terbaik sekarang juga. Klik di sini dan dapatkan tas favorit Anda hari ini!
Kunjungi juga Pabrik Konveksi Tas Custom







