Mengenal Bahan Sintetis, Apakah Cocok Untuk Membuat Tas Yang Berkualitas & Nyaman?

Bila dibandingkan dari masa ke masa tentu dunia fashion terus mengalami perkembangan yang cukup pesat, tidak terkecuali pada produk pakaian dan tas baik dalam segi tampilan seperti pada model atau desainnya maupun pada bahan pembuatannya yang lebih beragam. Bila membahas pada jenis bahan pembuatan, terdapat 3 jenis yang banyak digunakan dalam industri fashion. Namun pada kesempatan kali ini, kita akan berfokus pada pembahasan terkait bahan sintetis.

Meskipun banyak digunakan, tetapi bukan berarti Mengenal Bahan Sintetis hanya memiliki kelebihan tanpa adanya kekurangan sedikit pun dalam pemanfaatannya. Adapun kelebihan serta kekurangan yang dimiliki bahan ini diantaranya adalah:

Kelebihan:

  1. Bahan tidak terlalu tebal dan kaku
  2. Memiliki bobot ringan namun kuat
  3. Awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama
  4. Memiliki tingkat fleksibilitas dan elastis yang baik
  5. Mudah dirawat serta dibersihkan
  6. Beberapa jenisnya memiliki daya tahan terhadap air yang baik
  7. Beberapa diantaranya juga ada yang memiliki daya serap terhadap keringat dengan baik
  8. Cepat kering

Kekurangan:

  1. Karena terbuat dari bahan sintetis, membuat tingkat ketahanan terhadap panas cukup buruk
  2. Pori pori yang sempit menjadikan bahan ini memerangkap suhu panas
  3. Tidak dapat menyerap kelembaban dengan maksimal
  4. Tidak ramah lingkungan karena cukup sulit terurai
  5. Kurang cocok untuk pengguna dengan kulit sensitif

Memiliki kelebihan lebih banyak dibandingkan kekurangan, tentu tidak lah heran bila bahan ini memang menjadi salah satu bahan dengan banyak peminat. Lalu sebetulnya, apa yang dimaksud dengan bahan sintetis itu sendiri diluar kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tersebut? Simak penjelasan berikut ini:

Mengenal Bahan Sintetis?

Bahan sintetis umumnya di buat dengan karakteristik khusus sesuai dengan fungsi dan penggunaannya. Dan dalam proses pembentukannya tentu di perlukan beberapa tahapan mulai dari pembuatan benang hingga dapat disusun menjadi sebuah bahan yang bisa diolah untuk beragam kebutuhan, mulai dari pakaian hingga item fashion pendukung lainnya seperti tas. Adapun tahapan yang dilalui untuk membuat sebuah bahan sintetis dapat di simak sebagai berikut:

  1. Ginning: Proses ini merupakan tahapan pertama yang dilakukan dalam pembuatan bahan sintetis. Dalam proses ini akan dilakukan pembuatan benang yang akan dijadikan sebagai kain.
  2. Spinning: Tahapan kedua adalah spinning atau pemintalan pada benang sehingga menghasilkan sebuah bahan. Spinning bisa juga di artikan sebagai cara untuk memisahkan serat untuk dipintal.
  3. Weaving: Sebetulnya proses ini juga merupakan proses pemintalan pada benang menjadi kain jenis sintetis namun dalam tahap ini.
  4. Finisihing: Seperti namanya, tahapan ini memang adalah proses terakhir dengan memberikan cairan kimia pada hasil pemintalan benang. Dalam proses pemberian cairan kimia ini di maksudkan agar bahan lebih kuat, awet, dan bahkan memiliki sifat kedap terhadap air. Bahan kimia yang digunakan pada tahapan ini pun juga beragam dengan proses kimiawi.

Jadi secara garis besar, bisa disimpulkan bila bahan sintetis merupakan sebuah bahan yang dalam proses pembuatannya menggunakan serat sintetis atau filamen berbentuk batangan bulat panjang yang di hasilkan melalui proses kimiawi dengan percampuran minyak bumi, sehingga menghasilkan jenis kain baru.

Biasanya bahan sintetis memiliki karakteristik khusus seperti permukaan yang lebih mengkilap, halus dan ringan. Dari segi ketahanan terhadap air pun bahan sintetis juga bisa dikatakan lebih baik bila dibandingkan dengan bahan alami, sebut saja seperti katun atau wol.

Mengenal Bahan Sintetis cocok untuk apa?

Mengenal Bahan Sintetis merupakan salah satu bahan yang tingkat penggunanya cukup tinggi untuk dimanfaatkan membuat berbagai produk. Dan dalam pembahasan mengenai bahan sintetis cocok untuk untuk apa dan seperti apa, perlu diingat bila bahan ini memiliki beberapa jenis dengan karakteristik tersendiri dan pastinya akan membuat penggunaan serta fungsi masing masing jenis bahan menjadi berbeda pula yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, diantaranya sebagai berikut:

1. Polyester

Bila dibandingkan dengan jenis bahan sintetis lainnya, agaknya polyester memang menjadi yang paling umum dikenali. Polyester sendiri merupakan bahan hasil dari kombinasi ethylene glycol dan asam tereftalat dengan polyethylene terephathalate yang berasal dari kandungan minyak bumi.

Memiliki karakteristik kuat, awet, ringan, tidak mudah kusut dan juga memiliki daya tahan terhadap air dengan intensitas cukup baik. Dengan kelebihan yang dimiliki tentu tidak heran bila bahan ini kerap digunakan sebagai bahan utama pembuatan pakaian seperti jacket dan jersesy olahraga maupun sebagai material pembuatan bahas tas terlebih yang berkapasitas besar seperti backpack, gym bag, travel bag hingga carrier.

2. Nilon

Selain polyester, bahan nilon juga menjadi bahan yang banyak digunakan bahkan sejak dahulu kala pada masa perang dunia ke 2. Bisa dibilang nilon memang memiliki sifat bahan yang tidak sebaik polyester, namun meskipun begitu jenis bahan ini tetap memiliki keunggulannya. Dengan hal yang dimiliki tersebut, jenis nilon umumnya dipilih sebagai material tambahan dalam pembuatan sikat gigi, lapisan koper, hingga karpet.

3. Spandex

Terbuat dari bahan polyurethane dan polyuria copolymer menjadikan bahan ini memiliki tingkat fleksibilitas lebih baik. Bahkan bahan ini dapat merenggang hingga 5 kali lipat dari ukuran aslinya dan merupakan bahan sintetis. Selain itu adapun sifat lain yang menjadi unggulan dari jenis ini adalah bahannya yang tipis, ringan.

Melihat dari karakteristik bahannya, tentu saja spandex menjadi salah satu rekomendasi bahan yang bisa digunakan dalam membuat pakaian. Mulai dari pakaian untuk olahraga berenang, bersepeda, hingga pakaian untuk gym yang membutuhkan bahan lentur juga daya serap.

4. Viscose

Viscose merupakan jenis bahan yang memiliki keunikan tersendiri dari segi bahan pembuatannya. Terbuat dari kombinasi bahan organik berupa serat sintesa selulosa organik yang berasal dari tumbuhan dengan bahan sintetis. Melalui perpaduan pada bahan pembuatannya, menjadikan bahan ini memiliki permukaan yang halus, lembut juga licin. Selain itu tampilannya yang berkilau juga membuat bahan ini tampak lebih mewah, tidak heran bila viscose kerap kali digunakan sebagai pengganti sutra.

Selain itu keunggulan lain dari bahan ini adalah ringan, dingin saat digunakan juga tahan terhadap suhu lembab sehingga tidak mudah berjamur. Penggunaan jenis bahan ini kerap dipilih sebagai bahan utama untuk membuat pakaian sehari hari, seperti kaos maupun blouse. Bila dibandingkan dengan jenis bahan sebelumnya viscose juga memiliki harga yang lebih terjangkau.

5. Hyget

Memiliki bahan pembuatan yang terdiri dari kombinasi polyester dan juga katun, sehingga menghasilkan bahan berpori cukup lebar dan juga tipis. Dengan sifat bahannya tersebut hyget biasanya banyak digunakan sebagai bahan pakaian kualitas rendah karena dinilai lebih menerawang. Namun seiring perkembangannya, bahan hyget sendiri memiliki versi Super Hyget yang lebih baik spesifikasinya dengan pori pori lebih friendly dan nyaman digunakan.

6. Paragon

Paragon merupakan jenis bahan yang tersusun dari polyester dan memiliki dua sisi dengan tekstur berbeda atau kerap disebut sebagai wrap knitting. Umumnya paragon memiliki satu sisi bertekstur garis garis sedangkan pada sisi lainnya polos. Bila dibandingkan dengan jenis lainnya, bisa dibilang jenis bahan ini adalah yang paling tebal namun tetap dengan fleksibilitas yang baik.

Belanja tas berkualitas yang tahan lama dan mudah dirawat?
Temukan koleksi tas pilihan dengan desain stylish dan bahan terbaik sekarang juga. Klik di sini dan dapatkan tas favorit Anda hari ini!

Kunjungi juga Pabrik Konveksi Tas Custom

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email