3 Kesalahan Saat Menggunakan Tas Rearbag yang Bisa Mengganggu Perjalanan

Home / Berita / 3 Kesalahan Saat Menggunakan Tas Rearbag yang Bisa Mengganggu Perjalanan

Kesalahan Memasang Tali Pengikat Tas Rearbag dan Solusi Amannya

Kesalahan Menggunakan Tas Rearbag, Menggunakan tas rearbag memang praktis untuk perjalanan jauh. Namun, salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan pengendara adalah pemasangan tali pengikat (strap) yang longgar atau tidak presisi. Hal ini bisa membuat tas bergeser, miring, atau bahkan terlepas saat melaju di kecepatan tinggi.

Banyak pengendara hanya mengikat tali pada komponen motor seadanya, seperti pada plastik spakbor belakang yang lentur. Ketika motor melewati jalan bergelombang, ikatan tersebut mudah kendur akibat guncangan. Lebih bahaya lagi jika sisa tali dibiarkan menjuntai hingga berisiko tersangkut di rantai atau roda belakang.

Solusinya: Selalu ikatkan webbing strap pada titik sasis yang kokoh, seperti frame utama, subframe, atau footstep belakang. Gunakan teknik silang jika memungkinkan agar posisi tas terkunci rapat. Setelah semua buckle terpasang kencang, rapikan sisa tali menggunakan strap keeper atau gulung dan ikat rapat agar tidak menjuntai. Lakukan pemeriksaan ulang kekencangan tali setiap kali kamu berhenti di rest area.

Bahaya Overload pada Tas Rearbag dan Cara Mengatasinya

Kesalahan Menggunakan Tas Rearbag, Kapasitas penyimpanan ekstra pada tas rearbag kerap membuat pengendara tergiur untuk memasukkan barang sebanyak mungkin. Padahal, membawa muatan berlebih (overload) adalah kesalahan fatal yang dapat mengganggu keseimbangan berkendara dan merusak tas itu sendiri.

Beban yang melampaui batas kapasitas membuat titik gravitasi motor bergeser ke belakang. Hal ini menyebabkan stang kemudi terasa lebih ringan dan sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver di tikungan tajam. Selain itu, muatan yang dipaksakan membuat jahitan dan ritsleting rearbag menegang hingga rentan jebol di tengah jalan.

Solusinya: Terapkan prinsip packing efisien dengan memilih barang yang benar-benar dibutuhkan. Tempatkan barang-barang terberat di bagian paling dasar tas dan paling dekat dengan posisi duduk pengendara agar titik berat tetap stabil. Selalu patuhi batas beban maksimal (payload) yang direkomendasikan produsen tas mau pun produsen motor demi keamanan perjalanan.

Abaikan Perlindungan Air pada Tas Rearbag

Banyak pengendara menganggap semua tas rearbag otomatis tahan air dalam segala kondisi. Mengabaikan faktor perlindungan cuaca ini merupakan kesalahan yang bisa berujung bencana, terutama saat menerjang hujan deras di tengah rute perjalanan.

Meskipun tas terbuat dari bahan anti-air (water-resistant), air hujan deras bertekanan tinggi saat motor melaju kencang masih bisa merembes melalui celah jahitan atau sela ritsleting konvensional. Akibatnya, barang bawaan penting seperti pakaian ganti, dokumen, hingga perangkat elektronik bisa basah kuyup.

Solusinya: Jika rearbag kamu belum berteknologi full waterproof welded seams, selalu gunakan rain cover tambahan saat tanda-tanda hujan mulai muncul. Solusi teraman lainnya adalah mengemas barang-barang sensitif (seperti kamera atau laptop) ke dalam dry bag kecil atau kantong plastik kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam rearbag. Langkah ganda ini menjamin barang bawaan tetap aman terlindungi dari air.

Belanja tas berkualitas yang tahan lama dan mudah dirawat?
Temukan koleksi tas pilihan dengan desain stylish dan bahan terbaik sekarang juga. Klik di sini dan dapatkan tas favorit Anda hari ini!

Kunjungi juga Pabrik Konveksi Tas Custom

Butuh Souvenir ? Lihat Produk Dari Polo Global