Saat memesan ransel custom, biasanya perhatian pertama tertuju pada model, ukuran, warna, dan jenis kain. Namun, ada satu detail yang sering terlewat, yaitu lapisan pada bagian belakang bahan.
Pernah melihat dua sampel kain yang bagian depannya terlihat hampir sama, tetapi bagian belakangnya berbeda? Salah satunya mungkin terasa lebih lentur, sementara yang lain lebih kaku dan mempunyai lapisan seperti plastik.
Perbedaan tersebut bisa berkaitan dengan jenis coating yang digunakan.
Dua pilihan yang cukup dikenal dalam industri tekstil tas adalah lapisan PU dan PVC. Keduanya dapat diterapkan pada kain tertentu untuk memberikan karakter tambahan, termasuk membantu menghambat penetrasi air.
Namun, apakah PVC selalu lebih bagus karena lapisannya bisa lebih tebal? Atau PU lebih cocok karena sering terasa fleksibel?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Kita perlu memahami material dasarnya, konstruksi pelapis, dan tujuan penggunaan tas sebelum menentukan pilihan.
Apa Itu Lapisan PU dan PVC pada Kain Tas?

PU merupakan singkatan dari polyurethane, sedangkan PVC adalah polyvinyl chloride.
Dalam pembuatan kain tas, keduanya dapat digunakan sebagai material pelapis atau coating pada permukaan kain, termasuk bagian belakang material.
Misalnya, terdapat kain polyester yang bagian luarnya tetap memperlihatkan tekstur anyaman, sedangkan bagian belakangnya memiliki lapisan tambahan.
Lapisan tersebut dapat memengaruhi kemampuan kain menghadapi air, tingkat fleksibilitas, bobot, dan karakter saat dijahit.
Perlu dibedakan pula antara kain dengan PU/PVC coating dan kulit sintetis PU/PVC. Meskipun menggunakan nama polimer serupa, konstruksi serta tampilan produknya tidak harus sama.
Artikel ini khusus membahas kain berlapis untuk ransel custom, bukan perbandingan tas kulit sintetis.
1. Perbedaan dari Segi Kelenturan Kain
Salah satu karakter yang perlu diperhatikan adalah fleksibilitas.
Pada spesifikasi tertentu, kain berlapis PU dapat mempertahankan kelenturan yang cukup baik. Karakter tersebut menarik ketika digunakan pada tas yang membutuhkan panel mudah dilipat atau mengikuti bentuk rancangan.
Sementara itu, beberapa kain dengan PVC coating yang lebih tebal dapat terasa lebih kaku. Karakter ini mungkin sesuai untuk produk yang memang membutuhkan struktur tertentu.
Namun, jangan menyimpulkan bahwa semua PVC pasti kaku atau semua PU pasti lentur.
Ketebalan coating, formulasi bahan, serta jenis kain dasarnya sangat memengaruhi hasil akhir.
Untuk ransel kantor, fleksibilitas perlu disesuaikan dengan bentuk tas. Model minimalis mungkin membutuhkan panel yang terasa lebih lentur, sedangkan rancangan tertentu membutuhkan struktur tambahan agar bentuknya tetap rapi.
2. Mana yang Lebih Ringan, PU atau PVC?
Berat kain tidak bisa dinilai hanya dari nama coating.
Pada banyak spesifikasi komersial, lapisan PU yang lebih tipis dapat menghasilkan tambahan bobot relatif rendah. Sebaliknya, PVC coating tebal dapat membuat material terasa lebih berat.
Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk semua produk.
Kain dengan lapisan PU tebal mungkin mempunyai bobot lebih tinggi dibandingkan kain PVC dengan konstruksi lebih ringan.
Karena itu, jika perusahaan ingin membandingkan berat kedua bahan, mintalah informasi gramasi atau GSM (gram per square meter) dari sampel aktual.
Misalnya, tim purchasing sedang mempertimbangkan bahan untuk ransel laptop yang dibawa karyawan setiap hari.
Berat tas kosong perlu diperhatikan karena nantinya masih ditambah laptop, charger, dokumen, dan perlengkapan pribadi.
Pemilihan coating sebaiknya mendukung fungsi tersebut, bukan sekadar membuat material terasa lebih tebal.
3. Apakah Keduanya Bisa Menahan Air?
Lapisan PU maupun PVC dapat dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan kain menahan penetrasi air.
Namun, tingkat perlindungannya bergantung pada ketebalan lapisan, formulasi, kualitas aplikasi, serta kondisi material.
PVC coating tertentu dapat digunakan untuk membuat lapisan penghalang air yang kuat. Di sisi lain, PU coating juga tersedia dalam berbagai spesifikasi ketahanan air.
Jadi, tidak tepat menyimpulkan bahwa salah satunya selalu waterproof dan yang lain tidak.
Lebih penting lagi, kain yang mampu menahan air tidak otomatis membuat seluruh ransel kedap air.
Air masih dapat masuk melalui lubang jahitan, celah resleting, atau sambungan panel. Untuk perlindungan yang lebih tinggi, konstruksi tas secara keseluruhan perlu diperhatikan.
Jika perusahaan akan memesan tas untuk membawa perangkat elektronik, tanyakan batas perlindungan material dan kemungkinan penggunaan pelindung tambahan.
4. Perbandingan Lapisan PU dan PVC
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran keduanya.
| Aspek | PU Coating | PVC Coating |
|---|---|---|
| Material pelapis | Polyurethane | Polyvinyl chloride |
| Kelenturan | Banyak varian relatif fleksibel | Varian tebal dapat lebih kaku |
| Bobot tambahan | Bergantung ketebalan dan formulasi | Bergantung ketebalan dan formulasi |
| Kemampuan menahan air | Sesuai spesifikasi coating | Sesuai spesifikasi coating |
| Tampilan kain | Bergantung kain dasar dan finishing | Bergantung kain dasar dan finishing |
| Ketahanan pemakaian | Perlu melihat kualitas lapisan dan pengujian | Perlu melihat kualitas lapisan dan pengujian |
| Kebutuhan penggunaan | Dapat dipertimbangkan untuk ransel harian | Dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan lapisan lebih berstruktur |
| Penentuan biaya | Berdasarkan spesifikasi material aktual | Berdasarkan spesifikasi material aktual |
Tabel tersebut merupakan perbandingan karakter umum, bukan hasil pengujian dua sampel tertentu.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menggunakannya sebagai dasar untuk mengklaim satu material pasti lebih kuat atau tahan lama daripada yang lain.
5. Bandingkan Menggunakan Satu Model Ransel
Cara yang lebih adil untuk membandingkan material adalah menggunakan rancangan tas yang sama.
Misalnya, perusahaan memilih bentuk Custom Backpack BP-003 dari katalog Polo Global sebagai referensi desain.

Kemudian, tim pengadaan ingin mengetahui kemungkinan penggunaan kain dengan lapisan PU atau PVC.
Agar hasilnya mudah dievaluasi, ukuran tas, pola panel, kompartemen, furing, busa, resleting, dan tali bahu sebaiknya dijadikan acuan yang sama.
Dengan begitu, perbedaan yang diamati lebih terarah pada sifat kain dan lapisannya.
Hal penting yang perlu diperiksa antara lain bagaimana material mengikuti sudut tas, apakah lapisan mudah berubah ketika dilipat, serta bagaimana hasil jahitan pada panel.
Namun, contoh ini hanya simulasi. Ketersediaan kedua pilihan coating untuk BP-003 harus dikonfirmasi kepada Polo Global sebelum dianggap sebagai opsi produk.
6. Mengapa Lapisan Kain Bisa Mengelupas?
Salah satu masalah pada material berlapis adalah penurunan kondisi coating setelah digunakan atau disimpan.
Pada lapisan PU tertentu, paparan kelembapan dan panas dalam jangka panjang dapat berperan dalam proses degradasi kimia yang dikenal sebagai hydrolysis.
Sementara itu, lapisan PVC juga dapat mengalami perubahan karakter akibat kondisi lingkungan, formulasi bahan, serta penggunaan berulang.
Namun, mengelupasnya coating tidak bisa langsung disimpulkan hanya dari jenis polimernya.
Kualitas bahan, daya rekat, proses finishing, cara penyimpanan, dan perlakuan saat digunakan turut memengaruhi umur pakai.
Karena itu, untuk pengadaan jumlah besar, sampel material perlu diperiksa tidak hanya dari tampilan depan, tetapi juga dari kondisi lapisan belakangnya.
Jika tersedia, informasi pengujian daya rekat coating serta ketahanan lipatan dapat membantu evaluasi.
7. Mana yang Cocok untuk Ransel Kantor?
Untuk ransel kantor yang digunakan membawa laptop, dokumen, dan perlengkapan harian, kenyamanan serta bobot produk merupakan pertimbangan penting.
Kain dengan PU coating yang cukup fleksibel dapat menjadi salah satu kandidat apabila sesuai dengan desain dan kebutuhan perlindungan air.
Namun, ini bukan berarti PVC coating harus dihindari. Jika perusahaan membutuhkan karakter kain tertentu dan terdapat sampel PVC yang memenuhi spesifikasi, pilihan tersebut juga dapat dipertimbangkan.
Yang perlu diperhatikan adalah hasil akhirnya ketika kain dibuat menjadi tas.
Ransel merupakan gabungan dari material luar, lapisan dalam, busa, tali, resleting, dan konstruksi jahitan.
Karena itu, pemilihan bahan tidak boleh dilepaskan dari fungsi produk secara keseluruhan.
Untuk memahami pertimbangan lainnya, baca artikel Polo Global mengenai cara memilih bahan tas ransel custom.
8. Pertanyaan yang Perlu Diajukan kepada Vendor

Sebelum memutuskan penggunaan PU atau PVC coating, ada beberapa informasi yang sebaiknya diminta.
Pertama, tanyakan kain dasar yang digunakan. Apakah polyester, nylon, atau material lain?
Kedua, mintalah contoh bagian depan dan belakang kain agar karakter lapisan dapat diperiksa langsung.
Ketiga, tanyakan informasi gramasi serta ketebalan coating apabila tersedia.
Keempat, jelaskan kondisi penggunaan tas. Apakah ransel akan digunakan harian di kantor, dibawa bepergian, atau dipakai untuk pekerjaan lapangan?
Kelima, tanyakan apakah ada data pengujian ketahanan air atau hasil pemeriksaan mutu material yang dapat dijadikan referensi.
Terakhir, diskusikan apakah metode aplikasi logo dan proses penjahitan sesuai dengan karakter bahan yang dipilih.
Polo Global juga mempunyai pembahasan tentang jenis resleting tas yang bisa membantu perusahaan memahami salah satu komponen penting dalam perlindungan dan fungsi ransel.
9. Bagaimana Cara Merawat Tas dengan Coating?
Lapisan kain memerlukan perawatan agar kondisinya tetap terjaga.
Untuk penggunaan sehari-hari, bersihkan noda ringan menggunakan kain lembut yang sedikit lembap, mengikuti petunjuk material dari produsen.
Hindari penggunaan pelarut keras, menyikat berlebihan, atau menjemur tas terlalu lama di bawah panas langsung jika tidak dianjurkan.
Setelah terkena air, buka kompartemen dan keringkan tas di area berventilasi sebelum disimpan.
Jangan menyimpan ransel dalam kondisi masih basah atau menekuk bagian yang berlapis secara berlebihan ketika disimpan.
Perawatan tersebut tidak menjamin coating akan bertahan selamanya, tetapi dapat membantu mengurangi kerusakan akibat penggunaan dan penyimpanan yang kurang sesuai.
Kesimpulan
Lapisan PU dan PVC mempunyai karakter yang berbeda, tetapi tidak ada satu pilihan yang otomatis menjadi bahan terbaik untuk semua ransel.
PU coating dapat dipertimbangkan ketika desain membutuhkan material yang relatif fleksibel, sedangkan PVC coating tertentu menarik untuk kebutuhan lapisan dengan karakter lebih tegas. Keduanya tetap harus diperiksa berdasarkan spesifikasi dan sampel aktual.
Bagi perusahaan yang ingin memesan ransel kantor atau backpack custom, Polo Global menyediakan layanan pembuatan tas custom di Surabaya. Anda dapat melihat katalog produk Polo Global untuk menentukan model awal, kemudian mendiskusikan kemungkinan bahan, coating, ukuran, dan spesifikasi produksi sesuai kebutuhan.
Sebagai referensi tambahan, Tasindo memiliki artikel mengenai perbandingan lapisan PU dan PVC pada kain tas. Sementara itu, Pabrik Tas PEGE menjelaskan perbedaan water repellent dan waterproof yang penting dipahami sebelum menentukan klaim ketahanan air pada tas.
Dengan membandingkan kain yang mempunyai konstruksi dasar setara, memeriksa lapisannya, dan memahami kebutuhan penggunaan, keputusan memilih coating dapat dibuat secara lebih tepat.





